Prosedur Tetap Perwalian

  1. Mahasiswa mencetak KHS melalui SIAKAD
  2. Mahasiswa menulis mata kuliah yang ditawarkan pada semester yang bersangkutan  yang ditempel di papan penguman fakultas sebagai dasar perencanaan studi pada semester berikutnya.
  3. Mahasiswa menghadap dosen walinya masing-masing untuk melakukan pembimbingan/konsultasi akademik dengan membawa KHS, Blangko KRS dan Buku Perwalian.
  4. Dosen wali melakukan pembimbingan terhadap mata kuliah  yang dapat diambil, berdasarkan IP yang diperoleh pada semester sebelumnya
  5. Mahasiswa mengisi KRS sebanyak 4 (empat) lembar
  6. Dosen dan Mahasiswa menandatangani KRS sebagai tanda persetujuan terhadap mata kuliah yang diambil pada semester tersebut
  7. Mahasiswa meminta cap kepada bagian tata usaha fakultas pada tempat yang telah dibubuhi tanda tangan dosen wali
  8. Dosen Wali mengaktivasi KRS pada SIAKAD sebagai bukti bahwa mahasiswa telah bimbingan KRS
  9. Meminta validasi di bagian keuangan dan membayar biaya sesuai ketentuan di bank
  10. Menyerahkan KRS ke BAAKSI
  11. Memasukan mata kuliah yang diambil kedalam program SIAKAD
  12. Jumlah beban studi maksimum yang boleh diambil setiap mahasiswa pada semester berikutnya ditetapkan berdasarkan Indeks Prestasi dari KHS Semester sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut :

IP   3,00  ke atas               :    24 SKS

2,50  –  2,99                 :    21 SKS

2,00  –  2,49                :    18 SKS

1,50  –  1,99                  :    15 SKS

kurang dari 1,50         :    12 SKS

  1. Pengambilan mata kuliah tidak boleh melebihi ketentuan yang ada.
  2. Dosen wali melaporkan hasil konsultasi mahasiswa ke ka. Prodi apabila terdapat permasalahan.

 

  • Sanksi Keterlambatan

Bagi mahasiswa yang terlambat mengisi atau mengembalikan KRS ke BAAK sesuai dengan ketentuan yang berlaku dianggap cuti kuliah pada semester yang bersangkutan.